Info&tanya jawab

Rabu, 17 September 2025

Siswa Kelas X Teknik Sepeda Motor SMK Deo Gloriam Praktik Pengerjaan Logam Melalui Proyek Pembuatan Terali Jendela

Wanno Mutu – Siswa kelas X Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Deo Gloriam mengikuti kegiatan praktik pengerjaan logam yang dilaksanakan di bengkel praktik sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran dasar teknik yang bertujuan membekali siswa dengan keterampilan mengukur, memotong, dan menyambung logam sesuai standar kerja di dunia industri.
Dalam praktik tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai peralatan kerja logam, mulai dari alat ukur, alat potong logam, hingga peralatan pengelasan listrik. Sebelum memulai pekerjaan, siswa mendapatkan penjelasan mengenai prosedur kerja, penggunaan alat yang benar, serta pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja selama berada di bengkel.
Menariknya, praktik kali ini tidak hanya berupa simulasi, melainkan dikerjakan melalui proyek nyata berupa pembuatan terali jendela yang nantinya akan dipasang pada ruang Laboratorium Komputer SMK Deo Gloriam. Melalui proyek tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengerjakan produk yang akan digunakan untuk kebutuhan sekolah.
Proses pekerjaan diawali dengan pengukuran rangka terali sesuai kebutuhan lokasi pemasangan. Para siswa melakukan pengukuran secara mandiri menggunakan alat ukur teknik untuk memastikan setiap komponen memiliki ukuran yang tepat. Setelah itu, mereka memotong material logam sesuai hasil pengukuran dan gambar kerja yang telah disiapkan.
Tahapan berikutnya adalah proses penyambungan menggunakan las listrik. Secara bergantian, siswa melakukan pengelasan di ruang praktik dengan bimbingan guru produktif. Setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk mengoperasikan mesin las dan mempraktikkan teknik pengelasan yang benar agar menghasilkan sambungan yang kuat dan rapi.
Guru produktif Teknik Sepeda Motor menjelaskan bahwa proyek tersebut dirancang untuk menggabungkan teori dan praktik secara langsung. Dengan mengerjakan produk nyata, siswa dapat memahami pentingnya ketelitian dalam pengukuran, ketepatan pemotongan material, serta kualitas hasil pengelasan.
Melalui proyek ini siswa belajar mulai dari membaca gambar kerja, melakukan pengukuran, memotong bahan, hingga mengelas dan merakit produk. Ini merupakan pengalaman yang sangat penting untuk membangun kompetensi dasar mereka di bidang teknik, ujarnya.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pekerjaan. Selain memperoleh keterampilan teknis, mereka juga belajar bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan mengikuti prosedur kerja yang berlaku di bengkel.
Kegiatan praktik berbasis proyek nyata seperti ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran vokasi yang menekankan pengalaman kerja sesungguhnya. Hasil pekerjaan siswa tidak hanya menjadi media belajar, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi sekolah melalui pemasangan terali pada ruang laboratorium komputer.
Dengan adanya kegiatan tersebut, SMK Deo Gloriam terus berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan kerja, mampu menggunakan berbagai peralatan teknik, serta siap menghadapi tuntutan dunia usaha dan dunia industri yang semakin berkembang.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar